Rabu, 09 Mei 2012

Cerita di Penghujung Subuh



Selasa di waktu subuh…
Saat subuh menjemput, tiada yang paling indah selain kesempatan untuk kembali bisa membuka mata.


Rokkugo! Rokkugo! Rokkugo! Marhe mal!

Huh! Lagi-lagi deringan alarm HP adikku yang terdengar seperti bahasa alien di telingaku spontan membuatku terbangun. Ini sangat menyebalkan harus terbangun sebelum tahu akhir cerita dari  mimpi  indahku. Lagi-lagi  mimpiku terputus tragis.

..Alhamdulillahi rabbil ‘alamin . . . Lantunan bacaan imam shalat di Masjid mengalun merdu

 “Astaghfirullah, ini sudah lewat adzan subuh!”. Dengan tergesa aku langsung melompat dari pembaringan. Aku berusaha menstabilkan kesadaranku dengan mengucek mata yang masih terkatup-katup. Aku menyeret kakiku sambil berusaha membuat mataku melek sepenuhnya. Aku tertatih menuntun langkah menuruni tangga. Sesampainya di ambang pintu belakang, aku memicingkan mata.

Tumben, subuh-subuh begini sudah cerah  batinku.

Aku menengadahkan kepala. MasyaAllah, ternyata  sinar  bulan. Langit biru kelam dihiasi  bintang-bintang dan bulan yang bulat sempurna. Perpaduan gradasi warna yang  menciptakan  pemandangan yang sangat indah, menakjubkan. Sesaat aku terkesima dengan keindahan langit subuh. Sungguh ciptaan sang Maha Pencipta tiada tandingannya.
Di tengah ritual wudhuku, terdengar samar ketukan mike dari speaker masjid. Aku diam sejenak untuk menyimak.  

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un , turut berduka cita atas berpulangnya . . . . .”

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un” bisikku kaku. Aku merinding teringat kematian. Lagi-lagi berita duka. Ini sudah berita duka yang ke-2 di pekan ini. Beberapa hari yang lalu, tetangga depan rumah juga berduka cita karena kepulangan sosok seorang ayah ke rahmatullah. Dan yang paling menyedihkan, kematian ayahnya itu hanya terpaut dua hari setelah acara pernikahan anaknya. Ini sangat tragis bukan?

…Dan tidak ada yang lebih dekat dari kita kecuali kematian…



READ MORE - Cerita di Penghujung Subuh

Senin, 07 Mei 2012

Learn To Understand


Disetiap lembaran suka duka yang kau hadapi, selalu ada hal yang bisa dipelajari.

picture source
untuk kesempatan kedua, pertemuan ini sudah terhitung bulan ke 15. Tapi bagiku waktu seperti berjalan mundur. Kembali mengantarkanku menemui scene dalam episode pelik yang menyesakkan. Seperti adegan yang kembali terulang, dejavu. Aku melihat diriku terpuruk untuk sebuah alasan yang tak mengenakkan hati, pengkhianatan.  Aku sendiri tak tahu kenapa aku terlampau rapuh jika melihat seseorang yang sangat kupercayai tiba-tiba bersikap “aneh” karena salah paham. Terlebih lagi disaat harus mengetahui bahwa dia yang selalu tersenyum manis di hadapanku ternyata lebih memilih mengumbar 1001 cela dibandingkan langsung berkata jujur. Percayalah, ini sangat menyakitkan. Pengkhianatan yang membuat dada sesak hingga terasa akan meledak. Mungkin beginilah rasanya kecewa, membuat hati sakit. 
 Kenapa harus ada pengkhianatan?
Bukankah akan lebih baik jika semua bersahabat?


“Sebaik-baiknya orang-orang yang bersahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik kepada sahabatnya . . . . .” -H.R Bukhari-

"Only your real friends will tell you when your face is dirty."  -Sicilian Proverb-

"A true friend is someone you can disagree with and still remain friends. For if not, they weren’t true friends in the first place."  -Sandy Ratliff-

~Dari pengkhianatan itu aku belajar tentang mahalnya harga setia dalam persahabatan..
READ MORE - Learn To Understand

Minggu, 22 April 2012

Salah Paham





A :  Aku tahu ada yang tidak beres denganmu.

B :  Apa yang tidak beres? Aku yakin semua baik-baik saja.

A : Tidak usah mengelabui, ini sudah sangat jelas sampai tidak ada celah untuk tidak menyadarinya.

B : Ah jangan mengada-ngada. Itu hanya imajinasimu saja.

A : Imajinasi? Aku tidak sedang bermimpi! Aku tahu ada yang berbeda dari tatapan matamu, tak perlu   menyembunyikannya.

B : Oke. Sepertinya semua harus lebih transparan. Apa alibimu?

A : Menghindar. Tak seperti biasanya, berputar arah saat mendapatiku di sisi jalan yang sama

B : . . . . . .                                                                                   

A : Membisu.Tak seperti biasanya,  bertemu tanpa ada sapa.

B : Ini sangat kekanak-kanakan. Aku terlalu bertindak berlebihan sampai membuatmu salah paham.

A : Salah paham?  

B : Lupakan. Aku mungkin salah.

A : Bisakah mengakuinya lebih jujur? Meski itu sangat menyakitkan, aku siap mendengarnya. Setidaknya itu lebih melegahkan dibanding harus ada prasangka negatif. 

B : Aku  mengaku salah. Salah tidak bisa mengakuinya lebih cepat. Mungkin sekarang bukan waktu yang tepat. Kita masih butuh waktu untuk saling memahami.

A : Tapi, bisakah menyederhanakannya dengan kata? Setidaknya beri aku sedikit celah untuk memahami. Biar tak ada lagi salah paham.

B: Sudahlah. Tidak usah melanjutkan kata tentang kesalahpahaman itu. 



~ini tentang salah paham yang tak perlu dipahami~
READ MORE - Salah Paham

Selasa, 27 Maret 2012

Kamuflase Gaung





Semakin kubergerak menjauh, 

langkah itu semakin jelas terdengar.

Ini bukan halusinasi yang nyata ‘kan?  Umpatku pelan.

Aku menoleh,  membidik arah suara jejak. Nihil.

Tidak ada siapa-siapa! Yang benar saja?

Dekap langkah itu semakin kuat menghipnotis.

Seperti memburu semakin cepat.

Membuat gelagatku semakin tidak beres. Panik.

Degup jantungku tak karuan.

Iya betul nyata oleh indera ku. 

Sesaat  aku tak bergeming.
. . . . . . . . .

Langkah itu mencoba mengelabui. 

Terdiam seperti aku yang tak bergeming

Tapi, tak ada bayang nyata disini. 

Sama sekali  tak tertangkap oleh retinaku.

Hei! Ada orang di situ? suaraku bergetar.

Selang sedetik, dari sudut ruang 

yang berbeda terdengar suara samar 

dengan pertanyaan sama yang kulontarkan.

 "Apa yang salah dengan tempat ini?" Tanyaku kebingungan.

Sangat bodoh! Kenapa aku baru menyadarinya?ucapku sembari menertawakan diri.

Ternyata langkah itu pantulan 

suara yang kuciptakan dari derit alas kaki ku. Gaung.


~Teruntuk gaung yang menyimpan misteri, padamu aku belajar tentang nyata yang terkadang ‘tak mesti ditampakkan. ~
READ MORE - Kamuflase Gaung

Sabtu, 03 Maret 2012

a Key

 



Terkadang,  sebuah kata dapat menjadi kunci ajaib 
yang dapat membuka hati. 
Namun kunci yang satu  ini bukanlah 
sebuah kata  melainkan segumpal daging (hati) yang bisa menjadi pemantik dalam bertindak (berperilaku).  
Sikap merupakan cerminan hati.


 “Heart is the key of attitude

Hati sangat mudah berfluktuasi.  Ia sangat riskan, mudah rapuh jika ‘tak dijaga dengan baik. 

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya); “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka baiklah tubuh manusia itu, akan tetapi bila daging itu rusak maka rusak pula tubuh manusia. Ketahuilah bahwa sesungguhnya segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari-Muslim)

Open heart,  open mind and your horizon will grow up!
Believe me, It's the real fact! ^^
READ MORE - a Key

Senin, 09 Januari 2012

Warna Cinta






Terinspirasi dari suara hati Nurmayanti Zain tentang warna cinta. Sebuah opini cerdas yang menggugah pemikiranku 'tuk mengulasnya dalam opiniku.

Warna dan cinta, dua kata dengan makna berbeda namun memiliki korelasi yang indah."Warna Cinta" perpaduan kata yang menciptakan makna unik. Menyiratkan tanya yang membuatku mengimajinasikan warna cinta yang nyatanya tidak kasat mata. Jika ditanya tentang warna, tentu dengan gamblangnya lisanku melantunkan berbagai macam jenis spektrum warna: merah, kuning, hijau,  biru, nila, ungu, jingga, pink, coklat, hitam, putih.

Lalu jika ditanya,“apa warna cinta itu?”

Rupanya, mencari jawaban dari satu tanya ini  tak semudah menebak kata-kata pelengkap kolom TTS. Betul-betul ajaib,dalam sekejap cinta dapat melumpuhkan kemampuan otak kananku dalam menebak warna.Sepertinya butuh ilustrasi  cerdas dalam menerjemahkan warna apa yang ada pada cinta.Bagiku, cinta itu sulit untuk dideskripsikan jika hanya dengan satu warna. Sebab cinta bak cahaya. Cahaya  yang dapat membiaskan ragam warna jika ia masuk menembus prisma hati.  Uniknya, besar pembiasan warna yang dibiaskan prisma hati ini berbanding lurus dengan besar frekuensi cahaya cinta yang diterima.Istilahnya, semakin besar frekuensi cintanya maka semakin besar pula keragaman warna yang dibiaskan.
 
Cinta menciptakan warna dengan keunikan rasa yang beragam. Cinta akan membiaskan warna putih suci jika berada pada frekuensi ketulusan sempurna.Kadang cinta itu membiaskan rona merah muda jika hati pemiliknya tersipu malu. Kadang cinta itu membiaskan warna hitam dari hati yang terbakar api cemburu.Kadang cinta itu membiaskan warna biru muda, menentramkan seperti saat memandang langit dikala gundah. Kadang cinta itu membiaskan warna merah membara, simbol dari keberanian yang meluap demi melindungi yang dicintainya.Ya..seperti itulah warna cinta bagiku, beragam namun pesonanya mampu memikat mata yang memandang.

Cinta itu berwarna-warni seperti pelangi.



Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Kemilau Cahaya Emas yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain
READ MORE - Warna Cinta

Minggu, 08 Januari 2012

Daftar Impian


MasyaAllah, mentari pagi kembali menyambut.Sekilas kulirik kalender yang bertengger di dinding kamar “08 Januari 2012”. Tak terasa sudah sepekan awal tahun berlalu. Meskipun musim awal tahun sudah lewat, bagi para pemimpi tidak ada kata terlambat dalam mengupdate daftar impiannya. Dan bagi yang tidak berani bermimpi, belum terlambat juga kok untuk memberanikan diri menetapkan.Bidik mimpi-mimpimu, mulai dari mimpi yang sepele hingga mimpi yang sekelas world record bahkan yang lebih bombastis lagi yaitu meraih syurga di kampung akhirat yang abadi. Sebagai seorang hamba, tentu kita diciptakan tidak hanya untuk tinggal di bumi Allah tanpa ada tujuan yang jelas. Kita diciptakan untuk menjadi hamba Allah yang taat dan senantiasa manjadikan setiap ruas kehidupan  lebih hidup karena ridha-Nya. Dan untuk mencapai semua itu tentu harus ada target yaitu impian.Hidup tanpa impian bagaikan berjalan tanpa arah, hanya mengikuti kemana angin bertiup. Tidak ada target dan tidak ada motivasi untuk melakukan sesuatu yang luar biasa.
INGAT!! Impian yang nyata ialah yang dirasakan oleh hati, diangankan oleh otak, dan dituliskan oleh tangan. Jika hanya dirasakan oleh hati, mimpi hanya sekedar perasaan yang mudah digoyahkan oleh kata-kata pesimis. Jika hanya diangankan oleh otak, mimpi hanya sekedar pemikiran yang mudah dihapus oleh waktu. Jika hanya dituliskan oleh tangan, impian hanya sekedar catatan penghias kertas. Namun impian yang dirasakan oleh hati, diangankan oleh otak dan terukir dalam tulisan akan menjadi sugesti/ motivasi super yang terus menggerakkan hati, otak, dan tangan untuk saling bekerjasama dalam mengubah impian menjadi kenyataan.
BERMIMPILAH!Tuliskan impianmu pada kertas dengan ukiran tinta emas dan terbanglah dengan sayap iman dan taqwa untuk mewujudkan impian-impian ajaibmu. Dan jangan lupa untuk selalu muhasabah diri dan mengupdate Impianmu.



READ MORE - Daftar Impian

Minggu, 23 Oktober 2011

Tragedi Sabtu Part II



Langit kembali cerah. Kupacu langkah menuju tempat yang lebih strategis untuk menunggu “pete-pete” si mobil merah ber-plat kuning. Kulambaikan tangan untuk memberi isyarat agar pete-pete yang ingin kutumpangi dapat berhenti. Ulahku membuat suara klakson dari kendaraan yang terhalangi jalurnya melengking beriringan. Tanpa ingin mempergaduh suasana aku bergegas naik ke pete-pete (sebutan angkot di Makassar) dan mengambil posisi di tempat kosong. Ekor mataku selintas menangkap kondisi tubuh seorang anak di pangkuan ibu yang duduk tepat di sebelah kananku. Kembali kutelusuri pandangan ke arah anak itu untuk memastikan kenyataan yang baru kusaksikan.
Astaghfirullah al-adzim…tak henti-hentinya kulafadzkan istighfar dalam hati. Aku hanya bisa terdiam shock. Kulirik wanita usia 30-an yang duduk tepat dihadapanku, ia juga terus berkomat-kamit menggerakkan bibirnya sambil menatap prihatin ke arah anak di pangkuan ibu yang berada di sebelah kananku.
Sudah pernahmiki minta bantuan sama pemerintah? Kalau ditau itu sama pemerintah bisa dibiayai kalau kita tidak mampu, mungkin belumpiki pernah pergi minta bantuan. Kalau orang kayak kita ini susah juga kalau tidak ada yang mau bantu. Itumi bagusnya kalau ada keluargata pintar, ada juga yang bisa uruskanki.Ujar ibu yang duduk disebelah kiri wanita tersebut sambil memangku anak laki-lakinya.
Awalnya kenapa bisa begitu? Cerocos wanita dihadapanku dengan nada prihatin.
“Waktu bayi masih normalji, tapi setelah satu tahun anak-anak seusianya bisa semuami jalan baru anakku saya diam terusji tidak bisapi jalan. Terus saya bawa ke dokter di bilang demam tulang. Ini lagi habismi uang untuk ke dokter na masih begini.” Jawab ibu di samping kananku
“ ini lagi anakku baru 3 tahun 10 hari beginimi besarnya” 
“iye, beginimi Bu. Masih di urus seperti anak bayi”
Aku semakin prihatin mendengar percakapan mereka. Semua orang memandang ke arah anak itu dengan mimik shock. Aku terus memerhatikan ke arah kananku. Tubuh anak itu seperti tulang yang hanya terbungkus kulit, seperti tidak ada daging. Lengannya yang berisi tulang berdiameter 2cm terkulai begitu lemas. Telapak tangannya hanya ½ tangan anak 3 tahun, jari-jari tangan sekurus kabel . Kakinya pun yang tak kalah kurus dengan lengannya  terkulai lemas dengan tulang lutut sebesar bola pingpong. Badannya tampak tidak seimbang dengan  kepalanya yang tampak lonjong tak beraturan. Ia terlihat sangat rapuh dalam dekapan ibunya. Wajahnya sayu dengan mata yang lebih sering tertutup. Banyak pertanyaan dalam otakku tetapi mulutku bagai terkunci rapat .
Sebenarnya aku sangat ingin menanyakan umur anak itu tapi apa daya aku tak bisa bersuara. Pikirku anak itu berumur sekitar 5 tahunan. Setelah lama terdiam, Ibu yang memangku anak laki-lakinya yang berumur 3 tahun berkata kepada penumpang yang baru naik : “ciniki sai ana’na tawwa kodong e, sampulomi annang tahun na kamma injipi antu” . ucapnya dengan nada ibah dalam bahasa Makassar sambil menunjuk ke arah anak yang berada di sebelah kananku.
  “lihatki anaknya kasihan, sudah 16 tahun umurnya tapi masih begitu”.

Perkataan beliau membuatku semakin shock, dugaanku ternyata sangat keliru. Air mataku seperti sudah ingin meluap tapi berusaha kutahan. Astaghfirullah al-adzim. Ternyata ia sudah remaja tetapi seperti bayi dari segi fisik, bahkan kondisinya jauh lebih memprihatinkan. Terakhir kudapati dia menyunggingkan senyum kepada wajah-wajah yang memandang prihatin kepadanya. Maha besar Allah dengan segala ciptaanNya.
READ MORE - Tragedi Sabtu Part II

Tragedi Sabtu Part I



Sabtu ini tak seperti pekan-pekan sebelumnya. Sabtu pagi yang biasanya kuhabiskan dengan bersantai-santai di rumah harus kusambut dengan kesibukan untuk mempersiapkan mid test. Tepat pukul 07.20 aku bergegas meninggalkan rumah. Kondisi jalanan yang sepi dan bebas hambatan membuatku tiba di kampus lebih awal, 30 menit sebelum mid test dimulai.
Setelah mid test berakhir, aku dan dua orang kawanku yang ”rada-rada” (melirik si Indira Rezki Arsad dan Muthmainnah..^^) menghabiskan libur dengan berkelana mengelilingi kampus. Makan bakso di Jl.Sahabat, nongkrong di taman winslow, ngadem di medik, shalat dhuhur di masjid poltek (kampus tetangga), minum es kelapa di workshop, musyawarah di medik,  dan shalat ashar di masjid depan FK. “Kampus serasa milik kita bertiga..hehehe”. Selepas ashar kami bergegas pulang, menelusuri jalan bergerimis.
READ MORE - Tragedi Sabtu Part I

Senin, 17 Oktober 2011

Exam is Fun

  


Today is the first day for mid test. I wish to get the best result. But it will be hard without study hard. So let's study hard! Let's make change! Let's make our life better with  
not cheating on exam.
 
 In my opinion, all of people consider "cheat"  as a bad habit, but the fact  it's just underestimated. So don't be surprised if cheating is still popular in the exam.

As educated people we have to realize that cheating at exam will plunges us to be corruption. because of that , We have to get used to not cheat on exam. cheating can be removed if we start from ourselves.

We have to remember : "dishonesty like cheating on exam will make our soul be black and than it will put ourselves into difficulty".

Maybe in this world we have not gotten a bad effect but in the next life it will be our responsibility.




note: I'm trying to improve my english with writing..So please gimme correction for my mistakes (like grammar, etc). I REALLY NEED YOUR HELP GUYS ^^

READ MORE - Exam is Fun

Senin, 10 Oktober 2011

Bingkai Perjuangan



Bersama menyemai kasih dalam semerbak wangi perjuangan

Setia merajut ukhuwah di setiap ruas waktu yang terlalui

Berazzam memusnahkan benalu perenggut Keistiqamahan

Saling menegarkan hati 'tuk membunuh perih

Saling menggenggamkan ikhlas dalam duka 

Tatkala jejak-jejak perpisahan terpahat langkah gontai

Wangi perjuangan bagai meninggalkan aroma rindu

Rindu akan cerminan kemilau jiwa mujahidah


READ MORE - Bingkai Perjuangan

Selasa, 27 September 2011

Gubuk dalam Istana

       
   Selepas perkuliahan aku bergegas memburu langkah. Makassarku masih sepanas yang lalu. Teriknya membuatku sangat tidak betah berdiam diri di tempat tak teduh. Alih-alih berdiam diri, melintasinya saja sudah membuat keningku sedikit berkerut. Langkahku semakin cepat saat pendanganku menangkap mobil plat kuning yang berhenti mulus sekitar 20 meter di depanku.
 
    Di tengah hiruk pikuk kepadatan lalu lintas, refleks kepalaku menggeleng miris melihat aksi nekat para "pengulur tangan" yang rela menentang matahari demi koin-koin penyambung hidup. Merasa  tidak tega melihat lansia berpakaian lusuh dengan pikulan karung  yang mengais rezeki di tumpukan sampah pinggir jalan. Merasa ibah melihat bocah seumuran 8 tahun memikul barang dagangannya dengan susah payah, bahkan sesekali ia terseok sambil menyekah keringat di keningnya.

   Sangat miris menyaksikan perjuangan pahit mereka melawan kemiskinan. Hidup mereka bagai pemandangan gubuk dalam istana.

  Astaghfirullah, sungguh kekeliruan yang fatal bila menilai mereka tidak pantas, mungkin saja kita yang lebih pantas di mata manusia ini terlihat jauh lebih kumuh dihadapan Sang pemilik semesta.
Mari sejenak menengok potret hidup mereka yang masih tak seberuntung kita.

Semoga ini menjadi nilai berharga yang dapat membangunkan kita dari keluhan dan pemikiran negatif sejenisnya.

Bersyukurlah untuk nikmat terindah yang kita rengkuh. Berikan senyuman terindahmu untuk harimu meskipun itu sangat melelahkan


READ MORE - Gubuk dalam Istana

Minggu, 18 September 2011

Kembali Menjenguk






Ternyata cukup lama juga yah tidak menjejakkan 
pandang di dunia maya ini.
Sudah sangat banyak yang tak terbaca. 
Daftar bacaan dari blog teman-teman jadi menumpuk semua. 

"Membacanya mulai dari mana yah??" 

Sepertinya mesti membuat daftar bacaan nih.. hehe ^^

Karena sudah lama nggak nge-blogging, menulis pun jadi macet. 
Jadi harus lebih giat membenahi diri. 

Ayo semarakkan gemar menulis!! Keep spirit!


~kembali menjenguk kata 'tuk merangkai inspirasi yang berhamburan~
READ MORE - Kembali Menjenguk

Jumat, 01 Juli 2011

The Magic of Trying






  Anda tidak dapat memindahkan gunung hanya dengan mengangankannya, tetapi Anda dapat memindahkannya dengan kepercayaan yang kuat" -David J.Schwartz-

  Gary Scott mengatakan bahwa keberhasilan adalah hasil

serangkaian keputusan kecil yang memuncak dalam sebuah tujuan 

besar atau pencapaian. Cara terbaik memperoleh keberhasilan 

adalah mengikuti kata hati, percaya bahwa Anda dapat meraihnya, 

dan mewujudkan impian Anda (Gary, 2003:8)


  Setiap orang menginginkan keberhasilan, sebab pada dasarnya

itulah tujuan hidup mereka. Namun, di balik keberhasilan ada

masalah atau tantangan yang membutuhkan perjuangan untuk bisa

menyelesaikannya sehingga bisa meraih kemenangan, kebebasan, dan

keberhasilan. Pertanyaannya adalah bagaimana melakukan perjuangan

itu? Jawabannya adalah dengarkan kata hati Anda.


  Mungkin selama ini Anda membiarkan kata hati Anda berkata-kata

tanpa pernah mendengarkannya. Sekarang, jika Anda ingin meraih

keberhasilan hari ini, dengarkan kata hati Anda. Yakinlah bahwa

hati nurani Anda adalah suara terjernih yang ada di seluruh alam

semesta ini. Sebab dari situlah Tuhan berbicara dan Dia pasti

menunjukkan jalan yang terbaik bagi Anda menuju keberhasilan.

Jadi, untuk meraih keberhasilan, dengarkan kata hati Anda,

yakinlah lalu perbuatlah sesuai dengan yang ditunjukkan oleh Dia.

Anda pasti berhasil.

  Anda harus melatih diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar dan semakin besar (David, 1992:14)



sumber: Paksi, Yopi Jalu.101 Tips Kilat! Berpikir Positif & 
Berjiwa Besar.2010. Yogyakarta:Media Pressindo.
READ MORE - The Magic of Trying

Rabu, 29 Juni 2011

Embun Meng-uap


Menelusuri jalan berembun sangatlah menyenangkan
Menyambut mentari dari ufuk timur dengan tarian ceria
Menanti bayangan tercetak indah oleh terik mentari
Dan perlahan butir bening menguap di jalan setapak, rerumputan, dan dedaunan
Embun pun akan lenyap..
Tapi lenyap tak berarti tidak ada 'kan?
Ia lenyap tetapi ia akan terus ada
Ia hanya bersembunyi dari terik mentari
Tidakkah embun sangat menyedihkan?
Ia kesepian, hanya meringkuk dalam keteduhan gulita malam
Kupikir embun harus berguru kepada sinai
Setidaknya embun harus sekuat sinai
'tuk bisa bertahan menghadapi terik mentari, bukan?
READ MORE - Embun Meng-uap